desa subang

Desa yang Sudah Ada di Kuningan Timur pada Abad ke-17

Tulisan sejarah kali ini akan mengupas sebuah dokumen VOC yang naskah aslinya diperoleh secara tidak disengaja terkait penanganan sebuah sengketa demikian di tahun 1763. De Haan pada tahun 1912 pernah membahas dokumen ini secara tidak lengkap.

Dalam perkembangannya, sebagian naskah ini telah diterbitkan oleh Hoadley pada tahun 1994, dan kemudian ia melanjutkan untuk membahas isinya secara rinci pada tahun yang sama. M. Radin Fernando juga turut membahas laporan ini dalam proyek Harta Karun: Khazanah Bersejarah Indonesia dan Asia-Eropa yang ditukil dari Arsip VOC di Jakarta, Arsip Nasional Republik Indonesia.

Setelah turut campur dalam riuhnya perebutan tahta dan pembagian wilayah di Mataram serta Cirebon, pada abad ke-17 VOC sudah mulai mendapatkan wilayah yang amat luas di Jawa Barat. Kecuali wilayah Kesultanan Banten dan Kesultanan Cirebon, hampir semua lahan di Jawa Barat saat itu telah menjadi milik VOC.

Untuk menginventarisir kekayaan dan potensi yang dapat dihasilkan dari wilayah barunya itu, VOC pun mengirimkan dua orang ahli kependudukannya untuk melakukan survey sosial dan ekonomi masyarakat Jawa Barat. Pada 1686, dua orang Eropa pegawai VOC yang bernama Claes Hendriksz dan Jan Carstensz itu, melakukan pendataan kondisi sosial ekonomi tujuh distrik utama di dataran tinggi Priangan. Sensus yang pertama kali dilakukan di tanah Jawa itu dapat berjalan dengan baik karena VOC juga membayar banyak orang pribumi untuk membantu dan mengiringi kedua pegawainya tersebut.

Wilayah Kuningan yang saat itu tengah terbagi dua menjadi milik Kesultanan Cirebon dan Distrik Gebang pun turut didatangi oleh iringan Hendriksz dan Carstensz beserta para pengawalnya. Karena daerah Kuningan barat yang dikuasai oleh Sultan Cirebon itu tidak berada dalam wewenang VOC, maka survey yang menghasilkan sejumlah daftar tentang permukiman penduduk, nama para kepala desa setempat, jumlah keluarga, kegiatan ekonomis penduduk serta jumlah uang dan tenaga kerja yang wajib disumbangkan penduduk kepada kepala desa masing-masing itu pun hanya dilakukan pada Kuningan timur yang berada di bawah distrik Gebang saja. Pusat kawasan Gebang saat itu sendiri berada di wilayah bagian timur Kesultanan Cirebon.

Berikut adalah nama-nama desa yang termasuk distrik Gebang, di mana sebagian besarnya adalah desa-desa Kuningan timur yang sudah ada pada tahun 1686 dan disurvey oleh Claes Hendriksz dan Jan Carstensz:

Nama desa dan  Kepala desa  Rumah Tangga Pajak Tahunan  dan Mata Pencaharian
Gabongh (Gebang) Soetadjaya 48 wajib kerja istana Nelayan
Goenoegsarie(Gunungsari) Wannasara 4 buah-buahan perkebunan buah-buahan
Tjerda (Cerda) Bayasara 10 tunai 18 ringgit kemiri dan kapas
Tjipantjor(Cipancur) Wanghsananga 4 idem 4 ½ ringgit
Calimangis(Kalimanggis) Ang. Sitjacarti 20 wajib kerja istana gaga (peladang)
Tjawi (Ciawi) Ang. Sarananga 12 gaga (peladang) dan petani sawah
Tjiroop (Cihirup) Jagasara 5 tunai 7 ringgit petani sawah
Tjidongh Cartawadana 15 wajib kerja istana
Sindangcorta(Sindangkerta) Wanghsawadana 8 tunai 10 ringgit gaga (peladang) dan petani sawah
Sombackwangi(Lebakwangi) Tjandrawanghsa 8 idem 12 ringgit petani sawah
Zombacksihoe(Lebaksiuh) Nallasraya 6 idem  6 ringgit idem dan gaga (peladang)
Garasick (Geresik) Tanoepraya 6 wajib kerja istana petani sawah
Garasick Hoeloe(Geresik Hulu) Wargantacka 12 tunai 18 ringgit
Tjihaor (Cihaur) Simpar 4 idem  5 ringgit gaga (peladang)
Palimbangh(Palembang) Wanghsawaria 6 idem  2 ringgit
Pancallan(Pangkalan) Braadja Jouda 3 wajib kerja istana petani sawah
Siedaraadja(Sidaraja) Tanoewatjana 12 tunai 15 ringgit
Zoewoenggaadja(Leuweung Gajah) Moggoe 12 buah-buahan perkebunan buah-buahan
Tjicasal (Cikeusal) Astra 4 tunai 2 ringgit petani sawah
Datar Ang. Astranalla 6 wajib kerja istana
Zoeragongh(Luragung) Ang. Singajoeda 50
Wieranagara(Wilanagara) Ang. Sitjamarta 14 tunai 20 ringgit
Nagara Herangh(Sagaraherang/

Galaherang?)

Ang. Sallacor 16 wajib kerja istana
Tjinibee(Cineumbeuy) Ang. Arsfacorti 10 petani sawah dan kapas
Beleber (Maleber) Cortabaemi 6 gaga (peladang)
Coetaraedja(Kutaraja) Cartanaya 4 tunai 3 ½ ringgit idem dan kapas
Tjiparaget(Cipareget) Sitra P[…] 12 […] petani sawah
[Ojiba?] Wirantacka 4 […] gaga (peladang)
Tjihoomas(Ciomas) Natawangsa 8 tunai 5 ringgit
Waringin Nalla Praya 4 wajib kerja istana
Tjihangir (Ciangir) Ang. Tjitragati 3
Goenongdjawa(Gunung Jawa) Ang. Raxadjiwa 20
Segoongh(Segong) Cartanaya 10
Tjiwaroe (Ciwaru) Ang. Dorpanaya 30
Batala (Patala) Cortinaya 11
Tjipacom(Cipakem) Ang. Singadirana 30
Parrackan(Parakan) Nampacorti 10 tunai 14 ringgit gaga dan kapas
Raga Wangsa Wangsagoena 4 tunai 7 ringgit
Soebang Dam. Singadjaya 40 tunai 150 ringgit gaga, kerbau dan sapi
Goenongh Poespa Patrasouta 4 Tunai idem dan kapas
Rantsja (Rancah) Ang. Zoerapatti 70 tunai 200 ringgit idem dan tikar

 

Apakah desa asal atau tempat tinggal anda sudah ada dalam catatan laporan kuno yang telah berusia 330 tahun ini?***

Oleh: Tendy Chaskey

Penulis adalah Orang Kuningan, AlumnusIntercultural Leadership Camp Programme, Victoria University of Wellington, New Zealand. Saat ini tengah menempuh Program Doktoral.

Sumber : Suarakuningan.com

One comment

  1. Ciberung dahulu disebut Legalarang….yang beribukota di daerah Tegallega yang sekarang menjadi bagian dari Desa Bagawat (pemekaran dari Desa Ciberung di tahun 80 an)
    Berdasarkan sejarah, yang mungkin tidak tercatat atau tidak dibukukan, awalnya Ciberung merupakan salahsatu desa di wilayah Kecamatan Tjiniru, yang mulai pemekaran menjadi masuk ke Kecamatan Selajambe, yang awalnya Kemantren, pada Bulan September tahun 1983 .
    Dari sisi Pemerintahan, Ciberung sudah dipimpin oleh 22 Nama Kuwu/Kepala Desa hingga sekarang, dengan variasi masa bhakti sesuai “aturan” pada masanya.
    Melihat nama Ciberung tidak termasuk di dalam daftar di atas, kemungkinan nya bisa jadi desa ini masih menyundul kepada desa yang lain di kecamatan lain, atau memang belum tercatat atau dibukukan, saat Buku Sejarah tersebut dipublikasikan
    Kepala Desa Pertama di Desa Ciberung adalah Nangga Bangsa alias Nangga Kersa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*