Beas Perelek
Beas Perelek

TRADISI BEAS PERELEK

Desa Subang mengeluarkan PERDES tentang swadaya dalam bentuk tabungan, tabungan tersebut bukan dalam bentuk uang, melainkan dalam bentu beras.

Ketentuan dalam PERDES tersebut :

Tradisi Beas Perelek

Tradisi Beas Perelek

  1. Warga masyarakat Desa Subang, diwajibkan menyiapkan sebuah wadah / tempat di depan rumah masing – masing dengan di isi satu sendok makan beras setiap kali mau menanak nasi .
  2. Beras tersebut kemudian dikumpulkan oleh para ketua RT setempat dalam waktu satu minggu atau dua minggu sekali.
  3. Pengalokasian beras yang sudah di kumpulkan kemudian bisa dipergunakan untuk ketahanan pangan di Rt masing – masing dan bisa pula dialokasikan kepada warga yang sangat membutuhkan.
  4. Persentase pengalokasian beras perelek tersebut, ditentukan dengan rapat ketua Rt dan warga masyarakat yang lebih diutamakan untuk mengatasi kesulitan bahan pangan ketika menghadapi musim paceklik.
  5. Beras yang sudah di kumpilkan, bisa di uangkan atau di jual untuk mengatasi turunnya kwalitas beras tersebut. Hal tersebut untuk menghidari akibat terlalu lamanya beras tersebut disimpan.

Dengan adanya tradisi beas perelek, warga masyarakat Desa Subang merasa terbantu dan tradisi ini sudah berjalan sejak beberapa tahun yang lalu sampai sekarang masih berjalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*