Ngoprek.01

TRADISI NGOPREK (MEMBANGUNKAN ORANG SAHUR)

Di berbagai daerah terdapat tradisi membangunkan orang sahur. Ada yang disebut dengan Ngarak Bedug atau Beduk Saur (Jakarta), Percalan (Salatiga), Bagarakan Sahur (Kalimantan Selatan), Dengo-Dengo (Sulawesi Tengah), dan sebutan lainnya dari berbagai daerah.

Di desa Subang sendiri pun terdapat tradisi tersebut. Tradisi membangunkan orang sahur di subang disebut NGOPREK. Tradisi yang telah ada sejak lama ini masih bertahan hingga saat ini.

Ngoprek biasanya dilakukan oleh anak-anak dan remaja dan berjumlah 10-15 orang, namun kadang-kadang hanya 5 orang ketika cuaca tak bersahabat. Biasanya mereka sengaja menginap di surau untuk kemudian bangun pada pukul setengah dua dini hari. Mereka mulai berkeliling dari gang ke gang, dan dari kampung ke kampung.

Alat yang mereka gunakan biasanya berupa kentongan (kohkol) yang terbuat dari bambu, Jirigen bekas, Galon,genjring, dan alat bunyi-bunyian lainnya yang berbunyi nyaring.

Tradisi ngoprek ini sendiri pun sempat mendapatkan perhatian dari salah satu sponsor providerHp yang mengadakan bazar di desa subang. Saat itu diadakan lomba Ngoprek yang mempertandingkan pasukan ngoprek antar dusun. Penilaian didasarkan pada kekompakan, bunyi /nada yang dihasilkan, dan keselarasan.

Walaupun kini sudah zamannya Alarm HP, kita tentu berharap agar tradisi ini tetap hidup, selain untuk membangunkan orang sahur, tradisi ini sangat cocok untuk membentuk karakter anak yang diajarkan untuk selalu rela berkorban demi membangunkan ibu-ibu yang mau masak untuk sahur.

Penulis : Yayat Wahyu Ruhyat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*