kebon kopi

Perkebunan Kopi Desa Subang

I. PENDAHULUAN
Desa Subang merupakan Desa yang berada diwilayah pegunungan yang subur. Desa Subang bagian dari Kecamatan Subang Kabupaten Kuningan Jawa barat, terletak padagaris lintang …. Dan bujur …. Dengan ketinggian …. Mdpl. Keadaan topografinya landai sampai bergelombang dengan tumbuhan yang dominan berupa tanaman Kopi dan Padi .

tangkal kopi
Penanaman dan perluasan tanaman kopi saat ini dilakukan oleh petani pada lokasi bekas penebangan hutan utamanya di kawasanhutanAnjun.Kopi merupakan tanaman utama disamping sebagai kebun, tanaman kopi di daerah ini juga merupakan penyangga erosi dikawasan gunung Cipanas. Yang mana hal ini sangat baik untuk mempertahankanSumber Daya Alam dan Sumber Daya manusia.

Dari semua kebun kopi milik petani di Desa Subang rata – rata diperoleh secara turun temurun yang, Untuk tanamanpendamping terdiri dari tanaman Kapol (Kapulaga) dan rumput yang sengajaditanamuntukuntuk makanan ternak.

Keterpaduan antara ternak dengan tanaman di kebun merupakan suatu bentuk praktek nyata dalam upaya mewujudkan pertanian berkelanjutan. Dengan melihat potensi pertanian maupun ternak yang ada di DesaSubang dimana limbah pertanian dan hijauan pakan ternak melimpah dapat dikatakan merupakan simbiosis yang saling menguntungkan dan saling melengkapi.

Produktivitas kopi rakyat di Kawasan Cisurian sekitar 1,0 – 2,5 kg/ph atau 1000kg/ha. Rendahnya produktifitas ini dikarenakan kebun rakyat berupa kebun campuran antara lain tanaman pisang, Tanaman Holtikultura dan durian. Usahan tani kopi dari kebun campuran pendapatan yang diperoleh berkisar Rp. 25 juta/ha.
Untuk mendukung Program petani kopi secara komersial, maka perlu ditumbuh kembangkan kegiatan Agribisnis di Kawasan Anjun sebagai agribis industrial pedesaan bagi anggota kelompok tani .

Mesin Penggiling Kopi

Mesin Penggiling Kopi

1.1. TUJUAN
Tujuan dilaksanakan Program Pertanian Kopi di Desa Subang adalah untuk meningkatkan pengetahuan , ketrampilan dan pendapatan petani di Lahan Kering Dataran Tinggi melalui penataan kebun kopi dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada dengan menerapkan pembangunan pertanian berkelanjutan yang berwawasan lingkungan serta terwujudnya Kawasan Agro Industri Pedesaan.

II. PELAKSANAAN
Pelaksanaan Program Pertanian kopi yang dilaksanakan Sejak Th 1992 sudah dapat dikatakan membawa dampak kemajuan dan keberhasilan bagi masyarakat di Kawasan Cisurian. Adapun kelompok tani yang terdapat dalam kawasan Cisurian adalah sbb :
1. Kelompok Tani Kopi Cisuran
2. Kelompok hasil Olahan Mandiri “ BUMDes Malar Walatra “
3. . Kelompok L K M

III. HASIL DAN DAMPAK YANG DICAPAI
1. Peningkatan SDM
Setelah adanya Program Pertanian Kopi petani sudah mulai menata kebunya dengan memanfaatkan dan mengoptimalkan kebunnya. Serta membentuk Gabungan Kelompok tani dari para himpunan masyarakat pecinta pertanian yang disingkat menjadi GAPOKTAN.

2. KEBUN
Kebun dari para anggota kelompok tani sudah terdapat perubahan yang signifikan dari kebun agroforestry yang tidak beraturan diubah secara bertahap menjadi kebun sehat dalam penataan tanaman. sedangkan

3. Peningkatan Mutu dan Produksi Kopi
Peningkatan mutu kopi sudah mulai diterapkan dengan petik merah dan olah basah dimana sebelumnya petani melakukan panen dengan cara rampasan. dalam hal peningkatan produksi perkembangannya masih jauh dari yang diharapkan hal ini disebabkan karena keadaan iklim yang kurang mendukung untuk pembuahan tanaman kopi.

IV. HAMBATAN
Hambatan yang paling utama pada awal sejak dilaksanakan Program Pertanian Kopi adalah minimnya infrastruktur dimana pada saat itu jalan masih berupa tanah dan makadam sepanjang + 10 km dan keadaan penerangan yang masih belum memadai karena penerangan berasal dari listrik yang menggunakan kincir air. Dan letak dari masing – masing kelompok sangat berjauhan sehingga untuk mengumpulkan petani agak mengalami kesulitan.
Sedangkan dalam Pemberdayaan dan Pendampingan kelompok sebagian para anggota kelompok ada yang aktif dan ada yang pasif. Pada kelompok yang aktif mudah menyerap dan menerapkan inovasi tehnologi.

V. KEBERHASILAN
Dalam perjalanan Program Pertanian Kopi dapat dilihat dari adanya perubahan Infrastruktur dimana keadaan sekarang jalan yang sebagian sudah bias dilalui kendaraan roda 2 ( Dua ). Serta tumbuhnya ekonomi rakyat yang cukup signifikan. di kawasan Cisurian BUMDes menampung hasil kopi. Sedangkan pada kelompok tani koperatif sudah dapat membuat saung pertemuan secara swadaya.

VI. HARAPAN
Harapan dari hasil pelaksanaan Program Pertanian Kopii adalah adanya perubahan keragaan kebun yang lebih baik. Diharapkan kelompok yang berada di Kawasan Anjuni ada keberlanjutan aktivitas kelompok yang mengarah pada kemajuan kelompok dan berkembang menjadi kelompok Agribis dan Tumbuh kembangnya Agro Industri Pedesaan

VII. SARAN
Dengan melimpahnya limbah kulit kopi pada saat panen raya, maka disarankan para petani untuk memanfaatkan kulit kopi sebagai makanan ternak, Pengolahan pakan dari limbah tersebut bertujuan untuk meningkatkan daya dukung pakan sejalan dengan perkembangan populasi ternakyang akan bertambah di anggota kelompok tani.
PERMASALAHAN
Permasalahan di kawasan Pimatani adalah :
K o p i

Ketersediaan bahan tanam masih kurang.
Tanamam sudah tua dan tidak terawat.
Penanganan Pasca panen masih kurang baik

UPAYA PEMECAHAN
Membentuk blok produksi sumber entrys dan Pembenihan Kopi
Perbaikan tehnologi budidaya dan peningkatan ketrampilan melauli pelatihan – pelatihan.

KESIMPULAN
Dari hasil pelaksanaan Pemberdayaan dan Pendapingan Program Pertanian Kopi maka dapat disimpulkan bahwa pendekatan ekonomi petani lebih tertarik dari pada pendekatan tehnologi, hal ini tampak adanya peningkatan pendapatan petani yang berupa pendapatan Tahunan dari hasil panen kopi.

PENUTUP
Dalam membangun kekuatan kelompok dalam kesatuan ekonomi adalah dengan membentuk Asosiasi atau Gapoktan, Sedangkan dalam pola kemitraan dengan pengusaha adalah menjalin hubungan saling percaya antara petani dan pengusaha untuk menciptakan suatu mitra usaha yang berkelanjutan. Sedangkan PADUAN komoditas yang paling ideal bagi petani kopi di Desa Subang adalah KOPI, Padi dan Ternak.

AREAL DAN HASIL
PERKEBUNAN KOPI CISURIAN

Kopi Siap Panen

Kopi Hasil Penjemuran / Pengeringan

523916_428230057215111_1266707850_n

Proses Penjemuran

482094_428230570548393_1187154188_n

Proses Penjemuran

552245_428294603875323_1036393222_n

Kopi Siap Panen

391561_428291780542272_1923031038_n

Kopi Yang Sudah Kering

599852_428290110542439_910892350_n

Kopi Yang Baru Dipetik

 

2 comments

  1. Nu Ngiring Prihatin Ku Ruksakna Leuweung Subang

    mayoritas warga desa Subang menyadari dan paham betul bahwa kopi merupakan potensi desa subang, tiap tahun puluhan bahkan ratusan ton kopi dihasilkan dari perkebunan kopi yang ada di wilayah utara desa subang baik dari anjung, cisuryan, ampah waru,madati dan lokasi lainnya, tetapi kita patut bertanya siapakah yang menikmati hasil kopi tersebut ??? apakah perkebunan kopi tersebut memberikan manfaat bagi masyarat desa subang ???
    data dan bukti di lapangan membuktikan bahwa masyarakat desa subang hanya sebagai penonton…aset ratusan juta bahkan bisa mencapai milyar tiap tahun dari hasil kopi dinikmati oleh orang-orang luar desa subang terutama warga desa Tigaherang yang notabene mrupakan warga kabupaten Ciamis…kita selaku masyarakat subang hanya sebatas dibodohi dan mengakui bahwa kopi adalah potensi desa subang….tetapi yang kita dapat hanya kerusakan hutan desa subang yang merupakan sumber air desa subang…….mari kita buka mata kita…jangan hanya mengklaim kopi adalah potensi desa subang tetapi tanpa memberikan manfaat bagi warganya…sebuah ironi yang patut dibenahi…..karena mayoritas lahan perkebunan kopi adalah tanah hutan desa subang yang secara dejure dan defacto merupakan hak desa…..mari kita benahi……ketegasan desa diperlukan agar tanah desa yang dijarah untuk dijadikan perkebunan kopi sedikit banyak bisa memberikan manfaat hususnya bagi masyarakat desa subang…..JANGAN HANYA SEBATAS MENGAKU POTENSI DESA TAPI HARUS MEMBERIKAN MANFAAT…………..jangan hanya madorot yang kita terima….kekurangan air karena sumber air yang berkurang……punahnya ekosistem karena lahan yang semakin kritis….mari benahi…kebun kopi lanjut…manfaaat ada…..kelestarian alam terjaga…kenapa tidak hal tersebut kita wujudkan demi anak dan cucu kita di masa yang akan datang

  2. wah mantap sekali, pengen coba kopinya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*